ECC SEBLAT - The Review


 


 

Berpetualang di Taman Wisata Alam Seblat ~ 13 - 15 July 2012

Kita berangkat ke ECC!!! Kita akan bertemu Bona!!! Woohoo!!!! Begitulah teriakan anak saya Kyra Alesha Lestari  pada saat saya katakana kalo kita semua akan liburan ke Taman Wisata Alam Seblat. Kami sekeluarga sepakat untuk berpetualang ke Pusat Konservasi Gajah di Taman Wisata Alam Seblat pada 13 – 15 Juli 2012. Saya langsung menghubungi teman saya seorang Duta Wisata Provinsi Bengkulu, Romeli dan Adit, seorang Jurnalis dari Jakarta.

Elephant Conservation Center (ECC) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pusat Konservasi Gajah (PKG) terletak di Desa Suka Baru, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Area konservasi ini merupakan hutan primer sebesar 6865 Hektar dan merupakan pusat terpenting akan keanekaragaman flora dan fauna langka di Provinsi Bengkulu. Dan Membangun konsep Ecotourism atau adventure tours merupakan salah satu cara yang baik dalam misi menyelamatkan hutan kita ini khususnya Taman Wisata Alam dan ECC Seblat itu sendiri.

Kami berkumpul jam 8 pagi dan dengan segala persiapan peralatan seperti kamera, makanan kecil dan tentu saja baju ganti, karena kita akan menginap dan berpetualang sepuasnya dengan waktu yang singkat, yaitu hanya 3 hari.  Jarak tempuh dari Bengkulu kurang lebih sekitar 4 Jam dengan menggunakan mobil. Sepanjang jalan kita akan menikmati pemandangan seperti pantai dan daerah perbukitan yang indah.

Selama kurang lebih 3 jam kami  melewati perbukitan di pinggir pantai dan perkebunan sawit, karet dan juga tambang baru bara, sampai akhirnya kami tiba di Simpang Gajah, persimpangan jalan dengan tugu gajah yang menandakan jalan masuk ke pusat konservasi gajah seblat. Wah benar-benar sudah tidak sabar rasanya untuk segera tiba di daerah konservasi gajah sumatra yang sangat terkenal bagi wisatawan asing yang datang ke Bengkulu.

Well,  kami masih harus bersabar, masih 16 km lagi... dengan kecepatan mobil yang hanya bisa 20 km per jam karena jalan yang berbatu, akhirnya kami sampai ke tepian Air Seblat, pintu masuk ke area Pusat Konservasi Gajah Seblat.

 

 

Hari Pertama – Tiba di AIR SEBLAT DAN ELEPHANT CONSERVATION CENTER (ECC)

Air Seblat memiliki air yang sangat jernih, dengan latar belakang hutan primer dan juga kamp gajah ECC, sungguh pemandangan yang indah. Kami berhenti sejenak dan mengambil beberapa foto sebelum supir kami akan berbalik arah untuk kembali ke Bengkulu. Ditepian sungai kami telah ditunggu oleh beberapa mahout, sebutan untuk pawang gajah di kamp gajah ECC. Berkenalan dengan beberapa orang mahout dan mereka telah menyiapkan perahu untuk kami menyebrang. Salah satu mahout menjelaskan bila kami tiba pagi atau sore hari, maka kami bisa menyeberagi sungai dengan menggunakan gajah! Ya, kita masih banyak waktu untuk itu sore hari nanti.

Elephant Conservation Center atau Pusat Konservasi Gajah Seblat ini memiliki beberapa pondok sederhana (Kamp Gajah) untuk para tamu yang datang dan setiap pondok diberi nama hewan-hewan yang ada di sana. Setelah bertemu dengan pimpinan Mahout (pawang) Bapak Mahyudin, kami langsung menuju pondok yang telah disediakan untuk menaruh barang-barang bawaan. Saya sekeluarga 4 orang di tempatkan dalam satu pondok, sedangkan Romeli dan Adit berada di pondok lain bergabung dengan beberapa sukarelawan dan turis asing yang kebetulan juga sedang berada di PKG Seblat. Sayangnya pimpinan pelaksana ECC Dr Suyanti sedang berada diluar kota untuk menghadiri Forum Harimau di Jambi, jadi kami tidak sempat bertemu langsung dengan beliau. Kemudian kami duduk bersama dengan Pak mahyudin untuk mendengarkan cerita mengenai ECC, masa depannya dan berbagai macam kegiatan dan aktivitas petualangan yang bias dilakukan di PKG. Syukurlah kita memiliki orang yang begitu peduli dan cinta akan kekayaan alam yang luar biasa di kawasan konservasi ini dan kami pun berjanji untuk selalu membantu apapun yang bisa kami lakukan untuk pelestarian kawasan taman wisata alam ECC ini.

BONA The Baby Elephant

Selagi asyik mengobrol mengenai rencana-rencana ekowisata (ecotourism dan adventure tours) dan aktivitas (Activities tours) di ECC, kami dikejutkan oleh kedatangan Bona, seekor bayi gajah yang sangat cantik dan lucu. Ternyata Bona datang untuk minum susu yang sesalu di sediakan khusus untuknya oleh sukarelawan ataupun para mahout. Wow, Bona sekali minum bisa menghabiskan 6-8 liter susu soya, dan Bona bisa 3 – 4 kali minta minum susu kepada para “ayah dan ibu” angkatnya di ECC ini. Terkadang dia tidak sabaran dan pura-pura ngambek karena kami kelamaan membuatkan susunya.. maaf ya gadis kecil, kami baru diajarkan membuat susu untukmu. Sungguh gadis kecil yang lucu.

Setelah selesai minum susu, Bona langsung pergi menuju Aswita, si ibu angkatnya. Dan kami pun beriringan bermain bersama mereka, tanpa terasa hari sudah semakin malam dan waktunya untuk beristirahat.

 


Hari ke dua – Morning Walk with Bona & Aswita – Jungle Trekking bersama Gajah Nelson dan Darmi

Pukul menunjukkan sekitar pukul 05.30 pagi dan kami dikagetkan dengan gedoran pintu yang keras di depan pondok kami. Dengan rada deg-degan, saya melihat buka pintu dan melihat keluar, awalnya yang terpikir adalah mungkin ada rusa atau hewan hutan lain yang bikin ribut pagi-pagi seperti ini. Setelah agak lama saya perhatikan karena masih gelap, sosok yang mendekat dan kemudian langsung mau masuk kedalam pondok adalah BONA! Kami semua tertawa dan berlarian bersama ke dapur umum untuk membuatkan susu formula untuk bayi mungil dan lucu ini, bayi dengan bobot 200kg! Setelah selesai minum susu, seperti biasa Bona langsung berjalan menuju Aswita dan kami semua berjalan mengiringinya, menemani Bona dan Aswita jalan-jalan di pagi hari yang sejuk dan cerah. Setelah bermain sebentar dengan Bona dan Aswita si gajah kami munutuskan untuk menuju Sungai Air Seblat untuk berenang! Airnya masih seperti kemarin, jernih dan tidak terlalu dalam. Sungguh mengasyikkan, jarang-jarang bisa berenang di alam terbuka yang indah dengan kejernihan Air Seblat.

Dipinggiran sungai kami melihat beberapa mobil yang membawa anak-anak sekolah. Berdasarkan cerita dari Pak Mahyudin, anak-anak sekolah ini berasal dari Kec. Putri Hijau, mereka akan mengadakan MOS dan outbond training di lokasi PKG Seblat. Terlihat juga beberapa orang desa setempat yang merupakan pecinta gajah, Elephant Care Community, mereka berasal dari desa-desa sekitar PKG Seblat. Dan tugas mereka hari ini adalah menjadi pemandu dan operator outbond training dalam acara MOS ini.

Setelah berenang dan membersihkan diri, jadual kami hari ini adalah Jungle Trekking atau menyusuri hutan tropis di area konservasi. Para Sukarelawan dan Turis juga akan melakukan trekking hari ini, hanya saja saya memilih untuk trekking jarak pendek, mengingat putriku Alesha masih berusia 4 tahun dan trekking ini merupakan pengalaman pertamanya. Beberapa teman-teman memperhatikan para mahout yang memasangkan pelana dipunggung Nelson dan Darmi, 2 gajah yang akan kami gunakan. Nelson adalah gajah yang paling tua dengan bobot lebih dari 3 ton, berumur 40 tahun dan merupakan yang paling pintar dan paling bijaksana, semua orang langsung akrab dan sama sekali tidak ada perasaan was-was ataupun takut bila berada dekat dengan Nelson, bahkan sampai duduk di bawah perutnya ataupun memeluk dirinya. Sedangkan Darmi adalah gajah betina muda berusia lebih kurang 20 tahun. Setelah semuanya siap, kami langsung menaiki Nelson dan Darmi, dan memulai acara “jalan-jalan” kehutan di kawasan taman wisata alam pusat konservasi gajah seblat.

 

Elephant Jungle Trekking di Hutan Hujan Tropis Bengkulu

Perlahan tapi pasti para raksasa ramah ini membawa kami naik turun perbukitan, menyebrangi Sungai Air Seblat yang berarus deras dan jernih, membelah hutan dengan perlahan tapi pasti. Hutan hujan tropis Bengkulu memang terkenal denga keanekaragaman flora dan faunanya yang sangat mendunia tentu saja Harimau Sumatra, Gajah Sumatra, Beruang Madu dan Bunga Raksasa Rafflesia Arnoldii. Sungguh suatu pengalaman baru yang menakjubkan! benar-benar adventure tour yang luar biasa! Dan setiap mengetahui kami akan menyeberangi sungai terdengar teriakan semangat Alesha…”Woohoooo..!!!! Berada di punggung gajah membuat kami menyadari perasaan powerful dan sekaligus peaceful yang dimiliki oleh para sahabat manusia ini. Sensasi yang luar biasa, yang memberikan kesan mendalam kepada kami semua. Kami mengitari area hutan konservasi ini dalam radius 3 km saja, dan itupun sudah memakan waktu lebih dari 2 jam.

Sesampainya kembali di kamp gajah, kami langsung membersihkan diri dan berenang di Air Seblat, kali ini ditemani oleh Nelson the Elder! Bermain air, berenang dan menggosok punggungnya adalah salah satu kegiatan yang sangat disukai Nelson dan kamipun sangat menikmati hal ini. Tanpa terasa hari pun sudah mulai gelap dan kami semua kembali ke kamp bersama-sama.

Hari ke tiga – Kembali ke Kota Bengkulu

Pagi ini kami semua akan kembali ke Kota Bengkulu. Mobil yang akan menjemput kami akan menunggu di seberang sungai Air Seblat jam 8 pagi. Setelah menyapa Bona dan memberikan susu padanya, kami semua bersiap-siap untuk pamitan. Sangat berat rasanya untuk meninggalkan ECC, dengan segala ketenangannya, keindahannya dan kehangatannya. Sungguh suatu pengalaman yang baru bagi kami semua, walaupun hanya tiga hari, namun ECC dan juga semua Gajah Sumatra yang ada disini  telah memberikan kesan yang sangat mendalam di hati kami semua. Suatu hal yang sangat penting bagi kami adalah Elephant Conservation Center (ECC) atau Pusat Konservasi Gajah Seblat di Seblat, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu adalah area suci, jantung dari keanekaragaman flora dan fauna yang ada di provinsi ini, sekaligus merupakan tempat yang sangat indah untuk Bengkulu Adventure Tour, Bengkulu ecotourism, Back to Nature Tours. Elephants Tour, Elephants Safari dan Jungle Tour atau Jungle trekking. Suatu yang harus selalu kita jaga dan banggakan kelestariannya. Kami berjanji akan kembali lagi ke sini secepatnya, dengan membawa lebih banyak teman-teman dan keluarga, untuk menikmati keindahan alam, keramahan dan kehangatan para raksasa sahabat manusia ini. Wait for us Bona, we will come back soon!

 

 

Hunting Foto di ECC Seblat

 

Sunrise in ECC Seblat

 



For More Pictures, You may check this out!!!

ALESHA WISATA & Special Alesha - Bengkulu Heritage